MEDAN – Harapan masyarakat untuk melihat tindakan tegas dan cepat (quick response) dari Polsek Medan Tuntungan dalam memberantas dugaan judi sabung ayam di Kelurahan Ladang Bambu tampaknya masih jauh panggang dari api. Di saat warga dan awak media melaporkan secara real-time bahwa arena diduga kuat sedang ramai beroperasi, jawaban dari otoritas setempat justru dinilai miris dan mengecewakan publik.

Alih-alih langsung mengerahkan tim operasional untuk melakukan penggerebekan, Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Ropii, S.H., M.H., justru meminta pelapor untuk bersabar. Penindakan terhadap penyakit masyarakat (pekat) tersebut tampaknya harus "mengantre" karena alasan pengaturan lalu lintas.

"Terimakasih bng. Mohon bersabar nanti kami cek kembali. Berhubung saat ini sy dan anggota masih pam pengaturan lalin yg macet padat di jamin Ginting," tulis Ipda Ropii merespons desakan redaksi melalui pesan WhatsApp, sembari melampirkan dokumentasi kemacetan jalan.

Jawaban resmi dari perwira pertama ini memantik ironi. Meski pengaturan lalu lintas jelas merupakan tugas mulia kepolisian, menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menunda penindakan tindak pidana yang sedang berlangsung memunculkan tanda tanya terkait manajemen prioritas dan ketersediaan personel di tubuh Polsek Medan Tuntungan.

Situasi "disuruh sabar" ini seolah melegitimasi kekhawatiran warga. Pola penanganan diprediksi akan kembali berulang: jeda waktu yang diberikan polisi karena alasan sibuk ini diduga kuat memberi ruang dan kesempatan emas bagi para penyelenggara dan pemain sabung ayam untuk membubarkan diri dengan tenang. Publik bisa menebak akhirnya, saat polisi tiba usai mengurus kemacetan, lokasi kemungkinan besar akan kembali disajikan dalam keadaan "kosong".

Kondisi ini menegaskan perlunya atensi langsung dari Kapolrestabes Medan bahkan Kapolda Sumut. Jika jajaran di tingkat Polsek kekurangan personel atau kesulitan membagi fokus antara mengurai kemacetan dan memberantas perjudian, maka intervensi dari komando atas sangat dibutuhkan agar hukum tidak terkesan lumpuh di Kelurahan Ladang Bambu.

Masyarakat menanti implementasi nyata dari slogan Presisi, bukan sekadar imbauan untuk bersabar di saat dugaan pelanggaran hukum beroperasi bebas di depan mata. (Ferdy/Red)