MEDAN, medurma.com – Kinerja jajaran Polsek Medan Tuntungan dalam memberantas penyakit masyarakat, khususnya terkait dugaan aktivitas judi sabung ayam di Kelurahan Ladang Bambu, kini menjadi sorotan. Pasalnya, setiap kali kami dari kru media dan masyarakat melaporkan adanya kegiatan yang diduga sedang berlangsung, personel yang turun ke lokasi selalu mendapati arena tersebut dalam keadaan kosong melompong.
Kejanggalan terbaru kembali kami pantau pada Sabtu (3/10/2026). Sore itu, aktivitas yang diduga sebagai arena sabung ayam dilaporkan warga kembali beroperasi dan didatangi banyak orang. Kami secara proaktif langsung mengirimkan informasi dan mendesak jajaran Polsek Medan Tuntungan secara beruntun hingga pukul 16.51 WIB agar segera dilakukan penindakan.
Namun, alih-alih langsung meluncur ke lokasi saat kegiatan diduga sedang berlangsung, Kanit Reskrim Polsek Medan Tuntungan, Ipda Ropii, S.H., M.H., baru merespons konfirmasi kami pada malam harinya, tepatnya pukul 18.35 WIB
"Sudah kita cek bg. Kosong bg," balasnya menanggapi pesan kami
Kami bersama warga di lapangan pun dibuat heran. Mengingat jarak tempuh Mako Polsek ke lokasi yang dinilai relatif dekat, jeda waktu hampir dua jam sejak laporan kami kirimkan diduga kuat menjadi celah bagi para pelaku untuk membereskan arena. Terlebih, lazimnya aktivitas yang diduga sebagai sabung ayam ini memang kerap membubarkan diri atau "pulang kandang" menjelang waktu Magrib.
Rekam Jejak Percakapan: Pola "Kosong" yang Berulang
Pola lambatnya respons dari kepolisian ini rupanya bukan kejadian pertama. Berdasarkan bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp saat kami turun mengonfirmasi langsung kepada Kanit Reskrim pada 26 September 2026 lalu, kejanggalan serupa terekam sangat jelas.
Saat itu, kami melaporkan dugaan aktivitas sabung ayam yang sedang ramai pada pukul 12.57 WIB
Namun faktanya di lapangan, alih-alih langsung digerebek siang itu juga, petugas kepolisian baru mengirimkan bukti foto-foto bahwa mereka sudah mengecek lokasi pada pukul 15.31 WIB
Jawaban yang diberikan oleh pihak Polsek saat itu pun seolah memiliki pola yang sama persis dengan kejadian terbaru. "Ijin bg. Sudah kita cek. Lokasi benar ada. Namun negatif ada kegiatan," tulis Ipda Ropii dalam tangkapan layar yang kami simpan
Rangkaian fakta dan rentang waktu yang terekam dalam jejak digital percakapan kami tersebut memunculkan spekulasi di tengah publik. Kuat dugaan, lambatnya pergerakan aparat ini diduga memberi kelonggaran waktu bagi para penyelenggara untuk membubarkan diri. Bahkan, tidak sedikit warga yang mulai menduga adanya potensi kebocoran informasi sebelum petugas tiba di lokasi.
Slogan Polri yakni Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) diharapkan benar-benar diaplikasikan di lapangan. Masyarakat berharap, pemberantasan penyakit masyarakat tidak sekadar seremonial mengecek tenda yang sudah kosong, melainkan tindakan nyata, gerak cepat, dan penegakan hukum yang tegas.
Hingga berita ini dimuat, kami dari redaksi masih memantau komitmen Polrestabes Medan dan Polsek Medan Tuntungan agar lokasi yang diduga menjadi arena judi tersebut benar-benar ditutup permanen. (Ferdy/Red)
